GARVI.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan bersama DPRD Kota Balikpapan sedang merencanakan pembangunan Pasar Induk baru yang akan dibangun di Km 5, Kelurahan Graha Indah, untuk menggantikan Pasar Kebun Sayur yang saat ini sudah tidak dapat lagi menampung kebutuhan perdagangan kota yang semakin berkembang. Proyek ini diharapkan dapat mengatasi berbagai masalah yang ada, seperti kemacetan, kurangnya kapasitas pasar, dan terbatasnya fasilitas yang ada saat ini.
Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, mengungkapkan bahwa lahan untuk pembangunan pasar induk sudah siap digunakan, dan fokus utamanya adalah memastikan pembangunan pasar ini bisa dilaksanakan sesuai dengan standar yang ada. Fauzi menjelaskan, Pasar Kebun Sayur yang saat ini masih beroperasi sudah sangat padat, dan sering kali menimbulkan kemacetan terutama ketika truk besar melakukan bongkar muat barang di area yang terbatas.
“Kemacetan di sekitar pasar sering terjadi, dan itu sangat mengganggu kelancaran lalu lintas. Oleh karena itu, pasar induk yang baru di Graha Indah ini diharapkan bisa mengatasi masalah tersebut,” ujarnya, Jumat (7/2/2025).
Fauzi juga menjelaskan bahwa tahap selanjutnya adalah melakukan kajian lebih mendalam dengan Kementerian terkait, guna memastikan pembangunan pasar induk ini sesuai dengan regulasi dan peraturan yang berlaku. Pihak DPRD Kota Balikpapan juga akan menggandeng Universitas Gadjah Mada untuk membantu dalam merancang desain pasar yang lebih modern, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan pasar masa depan. “Kami ingin pasar induk yang baru ini tidak hanya memenuhi kebutuhan perdagangan, tetapi juga berfungsi dengan baik dan mampu meningkatkan kualitas distribusi barang,” jelas Fauzi.
Salah satu tantangan besar yang dihadapi saat ini adalah kemacetan yang terjadi di sekitar Pasar Kebun Sayur. Fauzi menyebutkan, jika masalah transportasi di sekitar pasar lama ini bisa diatasi, maka masalah kemacetan dan kurangnya ruang di pasar tersebut dapat diminimalisir. Untuk itu, pasar induk yang baru akan dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan akan akses jalan yang lebih luas dan sistem transportasi yang lebih baik.
Komisi II DPRD Kota Balikpapan berharap bahwa pasar induk yang baru ini dapat menjadi solusi bagi masalah-masalah yang ada di Pasar Kebun Sayur dan dapat meningkatkan perekonomian kota. Selain itu, keberadaan pasar yang lebih modern dan fungsional diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan aman bagi pedagang dan konsumen. (Adv/DPRD/BPP)











